Menjaga Pulau Terdepan: Potret Kinerja Polres Kepulauan Anambas Sepanjang 2025

banner 468x60

Anambas, News Faktual Net – Pagi itu, Rabu 31 Desember 2025, suasana di Lobby Polres Kepulauan Anambas terasa berbeda. Para pejabat utama kepolisian dan insan pers berkumpul dalam suasana hangat namun serius.

Di hadapan mereka, Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H, memaparkan rangkuman satu tahun perjalanan panjang tugas kepolisian di wilayah yang berada di garis terdepan Laut Natuna Utara ini.

Rilis akhir tahun bukan sekadar laporan angka. Di balik setiap grafik dan persentase, tersimpan cerita tentang dinamika masyarakat kepulauan yang hidup berdampingan dengan tantangan geografis, arus transportasi laut, hingga ancaman narkotika lintas negara.

Naik Turun Grafik Kejahatan di Negeri Seribu Pulau
Sepanjang 2025, tercatat 73 kejadian gangguan kamtibmas, meningkat dari 62 kasus pada 2024. Angka ini naik 15,07 persen, mencerminkan mobilitas masyarakat yang semakin berkembang.

Kejahatan konvensional masih mendominasi. Dari 48 kasus pada 2024, meningkat menjadi 55 kasus pada 2025. Mulai dari pencurian, penipuan, penganiayaan, hingga satu kasus pembunuhan, semuanya ditangani melalui proses hukum yang transparan.

Namun jadi sorotan adalah tindak pidana narkotika. Polres Anambas menangani 15 kasus, dengan 12 di antaranya tuntas. Total sabu diamankan mencapai 4.097,15 gram, angka yang cukup besar untuk wilayah kepulauan kecil.

“Geografis kita adalah tantangan. Laut luas bukan hanya jalur ekonomi, tapi juga pintu masuk penyelundupan,” ujar Kapolres dalam paparannya.

Berbeda dengan 2024 nihil kasus, tahun ini tiga perkara korupsi masuk tahap penyidikan, semuanya tuntas. Ini menjadi sinyal bahwa penegakan hukum menyentuh semua lini.

Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan meningkat dari 12 menjadi 23 kejadian. Uniknya, kerugian materi justru menurun dari Rp12,7 juta menjadi Rp9,9 juta. Mayoritas disebabkan faktor kelalaian, kelelahan, dan kurangnya kesadaran keselamatan.

Salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik terjadi 17 Oktober 2025 di Desa Tarempa Selatan. Sebuah kasus pembunuhan berhasil diungkap dalam empat hari melalui sinergi lintas instansi dan pemanfaatan digital forensik.

Cerita ini menegaskan, kerja polisi hari ini bukan lagi sekadar patroli fisik tapi juga perang data dan teknologi.

Di sisi lain, kasus pencabulan anak juga menjadi fokus. Tidak hanya berhenti pada proses hukum, pendampingan psikologis turut diberikan. Sebuah langkah humanis yang jarang terlihat dalam statistik.

Menyentuh Hati Masyarakat dari Laut sampai Pulau Terluar
Lebih dari penindakan hukum, Polres Kepulauan Anambas menjalankan deretan program sosial:

• Jumat Curhat & Jumat Berkah
• Bakti sosial & kesehatan
• Pembagian helm keselamatan
• Distribusi beras SPHP ke pulau-pulau terluar
• Dukungan ketahanan pangan melalui penanaman jagung
• Penguatan layanan Call Center 110

Di daerah yang sebagian wilayahnya hanya bisa dijangkau perahu kecil, kehadiran polisi bukan hanya sebagai aparat, tapi juga sahabat masyarakat.

Operasi kepolisian seperti Antik, Ketupat, Patuh, Zebra, Pekat, hingga Lilin Seligi berjalan lancar. Setiap operasi menyasar satu tujuan besar, memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Anambas.

Menatap 2026 dengan Harapan
Menutup rilis akhir tahun, Kapolres menegaskan bahwa komitmen Polres Kepulauan Anambas tidak akan surut.

“Kami akan terus meningkatkan profesionalisme, sinergitas, dan pelayanan yang humanis demi terwujudnya Anambas yang aman dan kondusif.”

Di tengah luasnya lautan, jauh dari hiruk pikuk kota besar, Polres Kepulauan Anambas berdiri sebagai penjaga ketertiban memastikan bahwa kehidupan masyarakat kepulauan tetap berjalan damai.

Sebab bagi mereka, menjaga Anambas berarti menjaga wajah Indonesia di beranda terdepan Nusantara.(TM)

Editor: Roy

Artikel Menjaga Pulau Terdepan: Potret Kinerja Polres Kepulauan Anambas Sepanjang 2025 pertama kali tampil pada Metro Indonesia.

banner 336x280