Anambas, News Faktual Net – Suasana Kamis siang (15/1/2026) di Tarempa terasa berbeda. Di tengah rutinitas kerja dan denyut pemberitaan harian, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas, Budhi Purwanto, meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan para wartawan yang selama ini menjadi mitra kerjanya.
Pertemuan sederhana itu menjadi momen perpisahan menjelang kepindahan tugasnya sebagai Kajari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tak ada sekat formal. Yang terasa justru kehangatan, obrolan ringan, dan kenangan tentang dinamika kerja sama antara kejaksaan dan media selama Budhi Purwanto bertugas di wilayah kepulauan perbatasan tersebut.
Dalam suasana penuh keakraban itu, ia menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf secara tulus kepada insan pers.
“Pada kesempatan ini, saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf apabila selama saya bertugas di Anambas terdapat tutur kata, sikap, atau kebijakan yang kurang berkenan di hati rekan-rekan media,” ujarnya dengan nada rendah.
Bagi Budhi, hubungan yang terjalin dengan awak media bukan sekadar relasi kerja. Ia menilai media memiliki peran penting dalam mendukung keterbukaan informasi dan penegakan hukum yang profesional, terutama di daerah kepulauan seperti Anambas yang membutuhkan pemberitaan berimbang dan edukatif.
“Saya berharap sinergi antara kejaksaan dan media tetap terjaga dengan baik. Media adalah mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Ucapan itu disambut hangat oleh para wartawan. Perwakilan wartawan Kepulauan Anambas, Hariyadi, menyampaikan rasa terima kasih atas komunikasi yang terbuka dan hubungan baik yang telah terbangun selama Budhi Purwanto menjabat sebagai Kajari.
“Kami mengucapkan terima kasih atas keterbukaan dan komunikasi yang baik selama ini. Kami iringi dengan doa, semoga Bapak sukses dan amanah di tempat tugas yang baru,” ucapnya.
Ia juga berharap silaturahmi yang telah terjalin tidak terputus oleh jarak dan penugasan baru. Bagi insan pers, Budhi Purwanto dikenang sebagai sosok yang terbuka terhadap konfirmasi dan menghargai kerja jurnalistik.
Menutup pertemuan, Budhi Purwanto menitipkan pesan sederhana namun sarat makna.
Ia mengajak insan pers di Kepulauan Anambas untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Teruslah berkarya dan menjaga integritas. Media adalah mitra strategis dalam membangun daerah dan menegakkan keadilan,” pesannya.
Silaturahmi itu pun berakhir, namun jejak kebersamaan dan nilai-nilai yang ditinggalkan diharapkan tetap hidup. Di antara tugas penegakan hukum dan pena para jurnalis, sinergi yang terbangun menjadi bagian penting dalam merawat kepercayaan publik dan membangun Anambas yang lebih baik.(TM)
Editor: Roy
Artikel Perpisahan Hangat Kajari Anambas dan Insan Pers: Menjaga Silaturahmi, Merawat Integritas pertama kali tampil pada Metro Indonesia.









