banner 468x60

Natuna,metroindonedia.co.id – Bukit Kasih merupakan bangunan semi permanen, berdiri tepat di tepi laut. Bangunan sederhana itu terletak diareal markas besar Lanud Raden Sadjad Natuna. Disinilah para ummat kristiani Lanud RSA mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha esa.

Namun hari ini, sejumlah anggota TNI AU melakukan kerja bakti, mempercantik rumah tuhan itu. Palu dipukul, atap dipasang, dinding diperhalus, semuanya dilakukan dengan semangat kebersamaan.

Di sanalah Gereja Kristen Oikoumene Lanud RSA direnovasi, bukan hanya untuk memperbaiki bangunan, tetapi juga merawat nilai-nilai kemanusiaan.

Rabu (14/1/2026), Komandan Lanud Raden Sadjad Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., menegaskan bahwa rumah ibadah adalah ruang penting bagi ketenangan batin prajurit dan masyarakat sekitar.

Renovasi gereja ini menjadi simbol kepedulian keluarga besar Lanud RSA terhadap kenyamanan beribadah di lingkungan pangkalan.

Dalam waktu satu pekan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 80 persen. Di bawah supervisi Kepala Dinas Logistik Lanud RSA Letkol Kal Julianto, S.T., M.I.Pol., bersama Kasi Fasilitas dan Instalasi Mayor Tum Hermanto, S.T., renovasi dilakukan menyeluruh.

Dinding diperbaiki, atap diperkuat, plafon diganti, dan cat baru menyelimuti bangunan yang selama ini menjadi tempat menenangkan hati.

Namun, yang diperbarui bukan hanya fisik gereja, tetapi rasa saling menghormati. Di pangkalan militer yang berdiri di wilayah perbatasan, keberagaman bukan sekadar slogan.

Ia hidup dalam tindakan nyata saling menjaga, saling mendukung, dan saling memberi ruang.
Bagi Danlanud RSA, kenyamanan beribadah adalah bagian dari kesejahteraan personel.

Iman yang terawat akan melahirkan prajurit tenang, profesional, dan humanis. Nilai inilah sejalan dengan semangat TNI AU AMPUH, Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis.

Di Natuna, kerap disebut garda terdepan NKRI, pengabdian tidak selalu ditunjukkan dengan deru mesin pesawat atau latihan militer. Kadang, pengabdian hadir dalam bentuk lebih sunyi, memperbaiki rumah ibadah, menata ruang doa, dan memastikan setiap insan dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Di Bukit Kasih Lanud RSA, toleransi itu tidak hanya dijaga, ia dibangun, satu demi satu, dengan tangan dan hati bekerja bersama.(Roy)

Artikel Bukit Kasih, Toleransi Itu Diperbaiki Bersama pertama kali tampil pada Metro Indonesia.

banner 336x280