Ketika Gotong Royong Jadi Benteng Pertama Hadapi Cuaca Ekstrem
Natuna, News Faktual Net – Hembusan angin kencang dan sisa debur gelombang tinggi yang beberapa hari terakhir melanda wilayah Kepulauan Natuna, sebuah aksi kecil namun penuh arti berlangsung di Kelurahan Sabang Barat, Pulau Midai. Bukan sekadar membersihkan parit atau mengangkut kayu-kayu yang hanyut, kegiatan ini adalah potret bagaimana masyarakat dan aparat negara berpadu menjaga ruang hidup mereka.
Pagi itu, personel Lanal Ranai dan Posal Midai turun ke lapangan bersama perangkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga. Tanpa komando berlebihan, semua bergerak serempak membersihkan tumpukan kayu, ranting, hingga sampah plastik yang menyumbat aliran air selepas pasang tinggi.
Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, menyadari bahwa cuaca ekstrem tak hanya menyisakan ancaman, tetapi juga pekerjaan tak bisa ditunda.
“Pembersihan ini dilakukan guna melancarkan kembali aliran air, agar tidak terjadi penyumbatan yang berpotensi menimbulkan banjir lokal di kawasan pesisir Midai,” ujar Ady Dharmawan.
Tumpukan material kiriman gelombang mulai dari dahan besar hingga sisa kemasan plastik, kini menjadi ancaman baru bagi warga pesisir. Jika dibiarkan, genangan dapat berubah menjadi banjir lokal.
Komandan Posal Midai, Kapten Laut (P) Agus Haryanto, menegaskan bahwa gotong royong lintas unsur adalah kunci utama.
“Kerja sama memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat dan efektif. Lokasi pembersihan di Kelurahan Sabang Barat merupakan titik rawan parit utamanya tersumbat material terbawa arus,” jelasnya.
Tidak hanya mengangkut sampah dan kayu, tim juga merapikan batang-batang panjang yang terdampar di pesisir. Sebagian dipotong dan disimpan di titik aman agar dapat dimanfaatkan kembali warga. Pendekatan yang bukan hanya tanggap darurat, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan.
Bagi Agus, aksi ini bukan sekadar rutinitas pasca cuaca buruk. Ia menyebutnya “pengingat bersama”.
“Membuang sampah pada tempatnya adalah langkah kecil dampaknya sangat besar, terutama mencegah kondisi yang lebih buruk saat cuaca ekstrem melanda,” pesannya.
Di pulau kecil seperti Midai, di mana garis pantai dekat dengan permukiman dan parit menjadi jalur utama aliran air, kebersihan bukan pilihan melainkan kebutuhan.
Dengan aliran air yang kini kembali lancar, warga Sabang Barat bisa sedikit bernapas lega. Risiko genangan berkurang, potensi banjir ditekan.
Namun, ada pesan lebih besar, TNI AL bukan hanya penjaga batas laut dan kedaulatan, tetapi juga garda terdepan ketika alam menguji masyarakat di pulau-pulau terluar. Kesiapsiagaan mereka, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, menjadi bagian penting dari rasa aman warga.
Di Midai, pagi itu, kerja sama sederhana telah memperlihatkan maknanya. Bahwa ketika ancaman datang bersama alam, kekuatan terbesar justru lahir dari kebersamaan.(Roy)
Artikel TNI AL Sigap Bersihkan Saluran Tersumbat di Midai pertama kali tampil pada Metro Indonesia.









