Ruang Tunggu Pelabuhan Berhala Butuh Perhatian 

Anambas47 Views
banner 468x60

JEMAJA, News Faktual Net  – Kondisi ruang tunggu penumpang di Pelabuhan Berhala, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, menuai keluhan dari calon penumpang. Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat berteduh dan menunggu justru tidak dapat dimanfaatkan, sehingga penumpang terpaksa bertahan di area terbuka saat hujan deras mengguyur, Senin (15/12/2025).

Pantauan di lokasi, saat kapal KM Bukit Raya sandar dengan jumlah penumpang yang padat hingga mendekati 300 orang lebih, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang membuat kondisi semakin memprihatinkan. Calon penumpang tidak dapat berteduh di dalam bangunan ruang tunggu karena fasilitas tersebut tidak difungsikan.

Ironisnya, jarak antara area sandar kapal dengan ruang tunggu penumpang mencapai sekitar 200 meter dan tidak dilengkapi kanopi. Akibatnya, para penumpang harus berjalan kaki di tengah hujan deras dan angin kencang hingga basah kuyup.

Salah seorang calon penumpang ibu-ibu bernama Rika mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai pelayanan di pelabuhan justru terkesan terbalik dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat kecewa. Bangunan ruang tunggu ada, tapi tidak bisa digunakan. Saat hujan deras seperti ini, kami tidak punya tempat berteduh. Jarak dari kapal ke ruang tunggu juga jauh dan tanpa kanopi, akhirnya semua penumpang basah,” ujar Rika kepada News Faktual Net

Rika berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membuka mata terhadap kondisi tersebut dan segera memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat pengguna transportasi laut.

“Pelabuhan ini akses vital masyarakat. Pemerintah seharusnya hadir memberikan kenyamanan dan perlindungan, apalagi di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang,” tambahnya.

Diketahui, bangunan ruang tunggu penumpang Pelabuhan Berhala dibangun menggunakan anggaran negara. Namun sudah kurang lebih 2 tahun fasilitas tersebut justru terlihat terkunci rapat, bahkan tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Kondisi fisik bangunan yang belum lama di perbaiki hanya sebatas hiasan yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini memaksa penumpang, termasuk lansia, anak-anak, dan perempuan, menunggu di area terbuka tanpa perlindungan dari panas maupun hujan.

Sejumlah penumpang pun mendesak instansi terkait agar segera mengoperasikan bangunan tersebut sebagaimana mestinya, serta membuka kembali fungsi ruang tunggu penumpang. Mereka juga meminta adanya penjelasan terbuka dari oleh pihak terkait terkait bangunan yang lama tidak di fungsikan.

Masyarakat menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya merugikan penumpang, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan pembangunan dan penggunaan anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat.(TM)

Artikel Ruang Tunggu Pelabuhan Berhala Butuh Perhatian  pertama kali tampil pada Metro Indonesia.

banner 336x280