Belajar dari Serasan, Natuna Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Breaking News127 Views
banner 468x60

(Kapolres Natuna saat melakukan pemeriksaan barisan)

banner 336x280

 

Natuna, News Faktual Net – Pagi itu, Selasa 4 November 2025, cuaca di Natuna tampak cerah. Di Lapangan Apel Bhayangkara Polres Natuna, deretan pasukan berseragam hijau, biru, kuning dan cokelat berdiri tegap di bawah sinar matahari. Bendera Merah Putih berkibar di tengah lapangan, sementara di sisi lain truk Basarnas dan kendaraan Damkar berjajar rapi, siap siaga menghadapi ancaman yang mungkin datang dari langit dan laut.

“Apel ini bukan sekadar seremonial,” ujar AKBP Novyan Aries Efendie, Kapolres Natuna, dalam amanatnya pagi itu. “Ini adalah bentuk kesiapan dan sinergitas seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Natuna.”

Apel Gelar Pasukan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 itu diikuti oleh perwakilan semua unsur, TNI AD, AL, AU, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Damkar, Dinas Perhubungan, PLN, hingga relawan daerah. Tiga kompi pasukan berdiri berbanjar. Kompi pertama diisi unsur TNI, kompi kedua jajaran Polres Natuna, dan kompi ketiga gabungan BPBD serta instansi sipil lainnya.

Dari podium utama, tampak Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik bersama Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Ady Darmawan, perwakilan Danlanud RSA Kolonel Adm Marshall, serta Kepala BPBD Natuna Raja Darmika, menyimak jalannya apel. Di antara barisan tamu, obrolan kecil mengalir semua sepakat bahwa kesiapan lebih baik daripada penyesalan.

Bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan pada Maret 2023 masih membekas kuat di ingatan warga Natuna. Tragedi menewaskan 50 orang dan memaksa lebih dari 1.500 orang mengungsi itu menjadi titik balik bagi banyak pihak.

Kapolres Novyan menyebut peristiwa itu sebagai pengingat bahwa kesiapsiagaan tak bisa menunggu datangnya bencana. “Kita tidak boleh lengah. Koordinasi dan kesiapan semua unsur adalah kunci,” katanya tegas.

Ia menguraikan langkah strategis menjadi fokus tahun ini memperkuat pelatihan personel, memutakhirkan sistem informasi kebencanaan berbasis teknologi, serta mendorong partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalam mitigasi risiko.

“Bencana bukan hanya urusan pemerintah,” lanjutnya. “Ini urusan kita bersama.”

Letak Natuna diapit Laut Cina Selatan dan berhadapan langsung dengan cuaca ekstrem menjadikan kabupaten ini rawan bencana hidrometeorologi banjir, longsor, hingga gelombang tinggi. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi urat nadi penanggulangan.

“Dalam setiap kejadian, yang paling menentukan adalah kecepatan koordinasi,” ujar Raja Darmika, Kepala BPBD Natuna, kepada wartawan seusai apel. Ia menyebut latihan gabungan seperti ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan tim di lapangan.

Di lapangan, para peserta apel tampak memeriksa perlengkapan: rompi pelampung, sekop, tali evakuasi, hingga radio komunikasi. Beberapa anggota Basarnas berlatih mengikat simpul, sementara petugas Polres mengecek kendaraan operasional.

Suasana khidmat berubah menjadi semangat ketika Kapolres menyematkan perlengkapan secara simbolis kepada perwakilan pasukan. Sorak kecil terdengar dari barisan, tanda kesiapan.

Bagi masyarakat Natuna, kesiapsiagaan bukan hanya slogan. Ia adalah bagian dari keseharian di wilayah kepulauan rawan badai dan longsor ini. Dalam amanat penutupnya, Kapolres Novyan mengajak semua pihak untuk terus memperkuat solidaritas dan memohon perlindungan Tuhan.

“Semoga Allah SWT memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita semua dalam setiap tugas kemanusiaan,” ucapnya.

Sekitar pukul delapan lewat tiga puluh, apel ditutup dengan penghormatan pasukan. Satu per satu barisan bubar, tapi semangat kewaspadaan tetap menyala. Di langit Natuna, awan mulai menebal seolah mengingatkan bahwa kesiapan memang tak boleh berhenti di lapangan apel.(Roy)



telah dibaca :
56

banner 336x280