Menembus Sunyi Digital di Ujung Negeri, Perjuangan Anambas Menghadirkan Internet untuk Semua

banner 468x60

Anambas, News Faktual Net – Pada gugusan pulau terluar Indonesia, laut lebih dulu menyapa sebelum sinyal. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas perlahan menembus sunyi digital yang selama ini membatasi akses informasi warganya.

Perjuangan panjang itu kini mulai berbuah nyata. Setelah melalui proses pengusulan dan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, Kepulauan Anambas resmi masuk dalam program reaktivasi layanan internet Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Sebanyak 17 lokasi strategis di berbagai desa dan fasilitas publik ditetapkan sebagai penerima layanan internet satelit. Program ini menjadi angin segar bagi wilayah yang selama bertahun-tahun bergulat dengan keterbatasan konektivitas.

Kantor desa, kantor camat, sekolah, madrasah, hingga puskesmas, yang sebelumnya kerap mengalami gangguan bahkan ketiadaan akses internet, kini memiliki harapan baru untuk terhubung dengan dunia luar.

Mantan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal, S.Kom., M.A., menegaskan bahwa capaian tersebut bukan datang secara instan. Ia merupakan hasil dari konsistensi pemerintah daerah dalam memperjuangkan kebutuhan infrastruktur digital hingga ke tingkat pusat.

“Ini adalah hasil dari perjuangan dan komunikasi yang terus-menerus dilakukan pimpinan daerah. Berdasarkan informasi dari bidang infrastruktur BAKTI-Komdigi RI, lokasi-lokasi tersebut memang masuk dalam program reaktivasi atau migrasi layanan internet agar layanan yang sebelumnya tidak optimal bisa kembali aktif dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Jeprizal, Rabu (21/1/2026).

Dalam surat resmi BAKTI Komdigi RI, PT Telkom Satelit Indonesia ditunjuk sebagai penyedia layanan untuk 17 titik tersebut. Namun, Jeprizal menjelaskan, penerapan di lapangan tetap bersifat dinamis. Jika suatu lokasi telah memiliki layanan internet mandiri atau tidak memenuhi syarat operasional, baik dari sisi keamanan maupun ketersediaan listrik, maka titik layanan dapat direlokasi ke wilayah lain yang lebih membutuhkan.

Tak hanya mengandalkan satelit, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas juga terus mendorong penguatan jaringan telekomunikasi darat. Sejumlah titik jaringan fiber optik dan akses sinyal 4G telah diusulkan kepada operator seluler dan pemerintah pusat sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerataan konektivitas.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Pada awal Desember 2025 lalu, jaringan 4G Telkomsel di Dusun Rintis, Desa Tarempa Selatan, yang sebelumnya masuk kategori blank spot, akhirnya berhasil direalisasikan dan kini telah beroperasi.

“Wilayah yang tidak terjangkau sinyal kini sudah bisa menikmati layanan 4G. Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” ungkap Jeprizal.

Bagi warga Anambas, kehadiran sinyal bukan sekadar soal teknologi. Ia membuka akses pendidikan bagi siswa, mempercepat layanan kesehatan, mendukung administrasi pemerintahan, hingga memberi peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Komitmen ini juga terus dikawal langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, yang secara berkelanjutan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar perluasan dan pemerataan akses telekomunikasi benar-benar menjangkau pelosok negeri.

Di ujung perairan Natuna, Anambas membuktikan bahwa jarak geografis bukan alasan untuk tertinggal. Perlahan namun pasti, sinyal hadir membawa harapan, koneksi, dan masa depan yang lebih setara bagi masyarakat di tapal batas negeri.(TM)

Editor: Roy

Artikel Menembus Sunyi Digital di Ujung Negeri, Perjuangan Anambas Menghadirkan Internet untuk Semua pertama kali tampil pada Metro Indonesia.

banner 336x280